*tidak ada ruginya bila saya belajar bahasa inggris*
...untuk menunjang profesi dan tuntutan jaman ICT Indonesia maupun Luar Indonesia yang semakin mengglobal saja...
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogsome.com
Monday, July 31, 2006
Thursday, July 13, 2006
[BARU]uu anti diskriminasi kewarganegaraan indonesia disahkan
http://www.indomedia.com/bpost/072006/13/opini/opini3.htm
Thursday, 13 July 2006 02:57
--------------------------------------------------------------------------------
Tercabutnya Roh Diskriminatif
SELASA (11/7) adalah hari yang sangat bersejarah bagi seluruh penghuni republik ini. Rapat Paripurna DPR RI akhirnya mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Kewarganegaraan menjadi undang undang. Dengan disahkannya RUU ini menjadi UU, sama artinya tercabutnya roh diskriminatif yang tertuang dalam UU Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan, yang puluhan tahun dirasakan oleh perempuan WNI yang melakukan kawin campur dan warga Tionghoa.
Sejarah membuktikan, keberadaan UU No 62/1958 dapat merugikan perempuan WNI yang melakukan kawin campur karena menempatkan mereka sebagai pihak yang harus kehilangan kewarganegaraan dan kehilangan hak atas pemberian kewarganegaraan pada keturunannya.
Selain itu, perbedaan kewarganegaraan antara anak dan ibu dalam perkawinan campur juga memberikan berbagai kesulitan bagi pasangan kawin campur. Misalnya, harus mengurus izin tinggal anaknya dengan visa kunjungan sosial/budaya. Ini artinya harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Seperti biaya permohonan visa, perjalanan ke luar Indonesia untuk mengambil visa, menunggu prosesnya selama dua hari kerja (ada biaya hotel, transportasi).
Lebih kejam lagi, jika keberadaan anak kawin campur tidak pernah dilaporkan karena ketidaktahuan atau tidak mampu maka pilihannya adalah membayar denda overstay, anak dideportasi, atau dalam UU Keimigrasian dikenai pidana dengan tuduhan menyembunyikan orang asing ilegal.
Warga keturunan Tionghoa yang sudah beranakpinak di Indonesia, juga sangat dirugikan oleh UU Nomor 62/1958 tersebut. Karena, dari tahun ke tahun mereka selalu bermasalah dalam pengurusan pembuatan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga. Yang jelas, mereka akan mengeluhkan biaya yang besar untuk mendapatkan dua identitas sebagai penduduk Indonesia tersebut.
Lebih tak manusiawi lagi, hak politik warga Tionghoa tidak diakui. Bahkan dengan adanya UU produk rezim Orde Lama itu, warga Tionghoa dijadikan warga negara kelas dua. Salah satunya, warga Tionghoa tidak bisa jadi presiden.
Dengan tercabutnya roh diskriminatif itu, maka perempuan WNI yang melakukan kawin campur tidak lagi memusingkan kewarganegaraan anaknya dan tetekbengek lainnya. Bagi warga Tionghoa, tidak lagi memusingkan hak sipil dan politiknya. Sekarang, mereka menjadi bagian utuh dari warga Indonesia.
Tanpa banyak kata lagi, diskriminatif sudah terkubur. Yang penting sekarang adalah ke depannya. Bagaimana semua komponen masyarakat menyikapi UU Kewarganegaraan yang baru itu.
Khusus menyangkut kepentingan warga Tionghoa, perlu ada program nyata dari pemerintah untuk menghilangkan citra bahwa warga Tionghoa lebih ‘superior’ dan warga pribumi orang yang paling berhak.
Selain itu, sikap sebagian warga Tionghoa mengutamakan kepentingan golongannya daripada bangsa juga harus diubah menjadi lebih mengutamakan kepentingan bangsa daripada golongannya. Karena itu, orang Tionghoa harus ikut berdialog di kala bangsa ini mengalami transformasi nilai yang penting akhir-akhir ini.
Warga Tionghoa juga harus ikut berbicara dalam setiap aspek pembangunan nasional dan daerah. Dari situ mungkin bisa dihasilkan kebijakan yang menyeluruh, dan memasukkan aspirasi warga Tionghoa dalam menentukan nasibnya di tanah air mereka ini.
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogspot.com
Thursday, 13 July 2006 02:57
--------------------------------------------------------------------------------
Tercabutnya Roh Diskriminatif
SELASA (11/7) adalah hari yang sangat bersejarah bagi seluruh penghuni republik ini. Rapat Paripurna DPR RI akhirnya mengesahkan Rancangan Undang Undang (RUU) Kewarganegaraan menjadi undang undang. Dengan disahkannya RUU ini menjadi UU, sama artinya tercabutnya roh diskriminatif yang tertuang dalam UU Nomor 62 Tahun 1958 tentang Kewarganegaraan, yang puluhan tahun dirasakan oleh perempuan WNI yang melakukan kawin campur dan warga Tionghoa.
Sejarah membuktikan, keberadaan UU No 62/1958 dapat merugikan perempuan WNI yang melakukan kawin campur karena menempatkan mereka sebagai pihak yang harus kehilangan kewarganegaraan dan kehilangan hak atas pemberian kewarganegaraan pada keturunannya.
Selain itu, perbedaan kewarganegaraan antara anak dan ibu dalam perkawinan campur juga memberikan berbagai kesulitan bagi pasangan kawin campur. Misalnya, harus mengurus izin tinggal anaknya dengan visa kunjungan sosial/budaya. Ini artinya harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Seperti biaya permohonan visa, perjalanan ke luar Indonesia untuk mengambil visa, menunggu prosesnya selama dua hari kerja (ada biaya hotel, transportasi).
Lebih kejam lagi, jika keberadaan anak kawin campur tidak pernah dilaporkan karena ketidaktahuan atau tidak mampu maka pilihannya adalah membayar denda overstay, anak dideportasi, atau dalam UU Keimigrasian dikenai pidana dengan tuduhan menyembunyikan orang asing ilegal.
Warga keturunan Tionghoa yang sudah beranakpinak di Indonesia, juga sangat dirugikan oleh UU Nomor 62/1958 tersebut. Karena, dari tahun ke tahun mereka selalu bermasalah dalam pengurusan pembuatan Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga. Yang jelas, mereka akan mengeluhkan biaya yang besar untuk mendapatkan dua identitas sebagai penduduk Indonesia tersebut.
Lebih tak manusiawi lagi, hak politik warga Tionghoa tidak diakui. Bahkan dengan adanya UU produk rezim Orde Lama itu, warga Tionghoa dijadikan warga negara kelas dua. Salah satunya, warga Tionghoa tidak bisa jadi presiden.
Dengan tercabutnya roh diskriminatif itu, maka perempuan WNI yang melakukan kawin campur tidak lagi memusingkan kewarganegaraan anaknya dan tetekbengek lainnya. Bagi warga Tionghoa, tidak lagi memusingkan hak sipil dan politiknya. Sekarang, mereka menjadi bagian utuh dari warga Indonesia.
Tanpa banyak kata lagi, diskriminatif sudah terkubur. Yang penting sekarang adalah ke depannya. Bagaimana semua komponen masyarakat menyikapi UU Kewarganegaraan yang baru itu.
Khusus menyangkut kepentingan warga Tionghoa, perlu ada program nyata dari pemerintah untuk menghilangkan citra bahwa warga Tionghoa lebih ‘superior’ dan warga pribumi orang yang paling berhak.
Selain itu, sikap sebagian warga Tionghoa mengutamakan kepentingan golongannya daripada bangsa juga harus diubah menjadi lebih mengutamakan kepentingan bangsa daripada golongannya. Karena itu, orang Tionghoa harus ikut berdialog di kala bangsa ini mengalami transformasi nilai yang penting akhir-akhir ini.
Warga Tionghoa juga harus ikut berbicara dalam setiap aspek pembangunan nasional dan daerah. Dari situ mungkin bisa dihasilkan kebijakan yang menyeluruh, dan memasukkan aspirasi warga Tionghoa dalam menentukan nasibnya di tanah air mereka ini.
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogspot.com
Monday, July 10, 2006
Tidak Ingin Defisit, Cari Penghasilan Tambahan (ss.net)
resensi buku
21 April 2006, 19:12:20, Laporan Ria Susilo Wardhani
Tidak Ingin Defisit, Cari Penghasilan Tambahan
ssnet| Judul Buku : Mencari Penghasilan Tambahan
Penulis : Safir Senduk
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2004
Halaman : 286 Hal + i - xi
Sudahkah Anda menghitung kembali pengeluaran dan pemasukan Anda ? Mana yang lebih besar, pengeluaran Anda ataukah pemasukan Anda? Jika ternyata pengeluaran lebih besar dari pemasukan, mungkin sudah tiba waktunya untuk mencari penghasilan tambahan. Tak ada salahnya kan kalau Anda mencoba.
Meningkatkan pemasukan dengan mencari penghasilan tambahan penting untuk mencegah defisit dan antisipasi kenaikan harga di masa mendatang. (Penulis)
Sinopsis
Sejak awal dalam buku Mencari Penghasilan Tambahan, SAFIR SENDUK Konsultan Keuangan Keluarga ingin mempermudah pembacanya agar tidak perlu repot-repot membuat daftar alternatif mencari penghasilan tambahan. SAFIR sendirilah yang membantu membuat daftar sehingga pembaca tinggal membaca dan memilih dari sekian alternatif yang ada. Enak, bukan?
Dalam bukunya, SAFIR mengurai per bab secara urut tentang kiat-kiat yang dibutuhkan dalam mencari penghasilan tambahan. Dalam bab pertama, pembaca akan lebih dulu dimotivasi dengan mengetahui alasan penting bagi seseorang untuk mencari penghasilan tambahan.
Bab kedua, pembaca diperkenalkan empat langkah penting yang harus dilakukan jika ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Mulai bab ketiga hingga bab kesepuluh, akan dibahas secara detail tentang alternatif-alternatif penghasilan tambahan yang ada di lingkungan sekitar. Alternatif yang mungkin selama ini tidak kita sadari.
Setelah mengetahui apa saja daftar alternatif penghasilan tambahan, selanjutnya dijelaskan tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing alternatif serta bagaimana tips untuk masing-masing alternatif. Sebagai bab kunci yaitu bab sebelas, pembaca akan diajak untuk mengetahui bagaimana cara memilih alternatif yang cocok dengan situasi keuangan pembaca sendiri.
Deskripsi
Buku ini memang dikhususkan sebagai solusi bagi para pembaca yang serius mencari penghasilan tambahan. Buku ini diibaratkan sebagai cara praktis bagaimana pembaca punya alternatif penghasilan tambahan.
Apalagi menyewa perencana keuangan untuk membantu menemukan alternatif yang pas. Justru buku inilah yang akan menjadi perencana keuangan bagi pembacanya. Buku ini juga memberikan ringkasan dan contoh kasus yang ditulis dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
Namun pembaca perlu ingat, buku ini berbeda dengan buku lain. Anda tidak bisa seketika itu juga melompat dari satu bab ke bab lain. Mengapa ? Karena untuk memahami buku ini harus membaca bab demi bab secara urut.
Butuh kesabaran memang. Tapi buku ini memang layak untuk dibaca. Apalagi bagi pembaca yang memang sungguh-sungguh ingin mencari penghasilan tambahan. Menarik bukan ? Tunggu apa lagi ?Jangan berhenti membaca sebelum Anda tahu alternatif apa yang nantinya bisa menaikkan penghasilan Anda.
taken from:
http://www.suarasurabaya.net/v05/resensibuku/?id=05040ca54e1a3834c1d9bf5d9ecd7995200630889
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogspot.com
21 April 2006, 19:12:20, Laporan Ria Susilo Wardhani
Tidak Ingin Defisit, Cari Penghasilan Tambahan
ssnet| Judul Buku : Mencari Penghasilan Tambahan
Penulis : Safir Senduk
Penerbit : PT Elex Media Komputindo, 2004
Halaman : 286 Hal + i - xi
Sudahkah Anda menghitung kembali pengeluaran dan pemasukan Anda ? Mana yang lebih besar, pengeluaran Anda ataukah pemasukan Anda? Jika ternyata pengeluaran lebih besar dari pemasukan, mungkin sudah tiba waktunya untuk mencari penghasilan tambahan. Tak ada salahnya kan kalau Anda mencoba.
Meningkatkan pemasukan dengan mencari penghasilan tambahan penting untuk mencegah defisit dan antisipasi kenaikan harga di masa mendatang. (Penulis)
Sinopsis
Sejak awal dalam buku Mencari Penghasilan Tambahan, SAFIR SENDUK Konsultan Keuangan Keluarga ingin mempermudah pembacanya agar tidak perlu repot-repot membuat daftar alternatif mencari penghasilan tambahan. SAFIR sendirilah yang membantu membuat daftar sehingga pembaca tinggal membaca dan memilih dari sekian alternatif yang ada. Enak, bukan?
Dalam bukunya, SAFIR mengurai per bab secara urut tentang kiat-kiat yang dibutuhkan dalam mencari penghasilan tambahan. Dalam bab pertama, pembaca akan lebih dulu dimotivasi dengan mengetahui alasan penting bagi seseorang untuk mencari penghasilan tambahan.
Bab kedua, pembaca diperkenalkan empat langkah penting yang harus dilakukan jika ingin mendapatkan penghasilan tambahan. Mulai bab ketiga hingga bab kesepuluh, akan dibahas secara detail tentang alternatif-alternatif penghasilan tambahan yang ada di lingkungan sekitar. Alternatif yang mungkin selama ini tidak kita sadari.
Setelah mengetahui apa saja daftar alternatif penghasilan tambahan, selanjutnya dijelaskan tentang kelebihan dan kekurangan masing-masing alternatif serta bagaimana tips untuk masing-masing alternatif. Sebagai bab kunci yaitu bab sebelas, pembaca akan diajak untuk mengetahui bagaimana cara memilih alternatif yang cocok dengan situasi keuangan pembaca sendiri.
Deskripsi
Buku ini memang dikhususkan sebagai solusi bagi para pembaca yang serius mencari penghasilan tambahan. Buku ini diibaratkan sebagai cara praktis bagaimana pembaca punya alternatif penghasilan tambahan.
Apalagi menyewa perencana keuangan untuk membantu menemukan alternatif yang pas. Justru buku inilah yang akan menjadi perencana keuangan bagi pembacanya. Buku ini juga memberikan ringkasan dan contoh kasus yang ditulis dengan gaya bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti.
Namun pembaca perlu ingat, buku ini berbeda dengan buku lain. Anda tidak bisa seketika itu juga melompat dari satu bab ke bab lain. Mengapa ? Karena untuk memahami buku ini harus membaca bab demi bab secara urut.
Butuh kesabaran memang. Tapi buku ini memang layak untuk dibaca. Apalagi bagi pembaca yang memang sungguh-sungguh ingin mencari penghasilan tambahan. Menarik bukan ? Tunggu apa lagi ?Jangan berhenti membaca sebelum Anda tahu alternatif apa yang nantinya bisa menaikkan penghasilan Anda.
taken from:
http://www.suarasurabaya.net/v05/resensibuku/?id=05040ca54e1a3834c1d9bf5d9ecd7995200630889
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogspot.com
Wednesday, June 14, 2006
[tips-pemrograman]alternatif pemrograman hemat memory
semisal dalam desain algoritma sistem kontrol kecepatan Motor DC...
ALGORITMA
1. Set Kecepatan, Waktu Pengamatan
2. Hitung Jumlah RPS dari Sensor
3. Hitung Error
4. Hitung Sinyal Kontrol
5. Kirim Sinyal Kontrol ke PLANT via PP-DAC-dll
6. Ulangi langkah 2, 3, 4 dan 5 sampai Waktu Pengamatan Selesai
Efektifitas Variabel
Jenis Variabel:
1. Pecahan kepresisiannya dibagi menjadi: float dan double
2. Bulat berdasarkan signed atau unsigned.
unsigned [unsigned char, unsigned int, unsigned long]
signed [char, int, long]
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogsome.com
ALGORITMA
1. Set Kecepatan, Waktu Pengamatan
2. Hitung Jumlah RPS dari Sensor
3. Hitung Error
4. Hitung Sinyal Kontrol
5. Kirim Sinyal Kontrol ke PLANT via PP-DAC-dll
6. Ulangi langkah 2, 3, 4 dan 5 sampai Waktu Pengamatan Selesai
Efektifitas Variabel
Jenis Variabel:
1. Pecahan kepresisiannya dibagi menjadi: float dan double
2. Bulat berdasarkan signed atau unsigned.
unsigned [unsigned char, unsigned int, unsigned long]
signed [char, int, long]
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogsome.com
[bbi_terima]print ieee source 'n edit product
yg diprint:
#1. rujukan utama, dan
#2. proposal bbi yg diterima!.
yg diedit:
#1. buku
#2. paper
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogsome.com
#1. rujukan utama, dan
#2. proposal bbi yg diterima!.
yg diedit:
#1. buku
#2. paper
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogsome.com
Tuesday, June 13, 2006
[penugasaneprof]kategori dasar HaKI Indonesia
Secara umum Hak Kekayaan Intelektual dapat terbagi dalam dua kategori yaitu:
Hak Cipta dan
Hak Kekayaan Industri.
Sedangkan Hak Kekayaan Industri meliputi:
Paten,
Merek,
Desain Industri,
Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu,
Rahasia Dagang dan
Varietas Tanaman.
taken from: www.dgip.go.id/ Juni2006
SK/ Keputusan/ ...terbaru bidang HaKI dapat dilihat di: http://www.dgip.go.id/article/articleview/160/1/5
[life4family]
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogsome.com
Hak Cipta dan
Hak Kekayaan Industri.
Sedangkan Hak Kekayaan Industri meliputi:
Paten,
Merek,
Desain Industri,
Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu,
Rahasia Dagang dan
Varietas Tanaman.
taken from: www.dgip.go.id/ Juni2006
SK/ Keputusan/ ...terbaru bidang HaKI dapat dilihat di: http://www.dgip.go.id/article/articleview/160/1/5
[life4family]
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogsome.com
[penugasaneprof]menuliskan pertanyaan2 seputar UU HaKI
Sebutkan UU dan PP yang mengatur perlindungan HaKI di Indonesia
Untuk masing2 UU dan PP mhs diminta untuk menuliskan pertanyaan2 praktis atau konseptual seputar HaKI minimal 10 pertanyaan untuk masing2 UU.
Jml kelompok=8.
Satu kelompok=4mhs.
Jml UU + PP =see. www.dgip.go.id
Tugas dikumpulkan satu minggu dari sekarang [yakni, 20Juni2006]
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogsome.com
Untuk masing2 UU dan PP mhs diminta untuk menuliskan pertanyaan2 praktis atau konseptual seputar HaKI minimal 10 pertanyaan untuk masing2 UU.
Jml kelompok=8.
Satu kelompok=4mhs.
Jml UU + PP =see. www.dgip.go.id
Tugas dikumpulkan satu minggu dari sekarang [yakni, 20Juni2006]
http://life4family.blogspot.com
http://continuousimprovement.blogsome.com
[penugasaneprof] survey etika yg diperlukan untuk profesi lulusan sk
berdasarkan data akreditasi prodi sk tahun 2005:
jumlah lulusan sk keseluruhannya sampai tahun 2005=113 or 133 lulusan
jumlah lulusan sk = 113 lulusan [3 tahun terakhir]
Profesi yg diminati adalah: ... ?
pertanyaan [angket?] untuk lulusan sk mengenai etika sukses ditempat pekerjaan:
#0. tempat kerja lulusan:...
#1. defenisi sukses menurut lulusan:...
#2. [a].untuk sukses ditempat kerja, etika apa yang HARUS dimiliki oleh para lulusan sk?
[b].untuk sukses ditempat kerja, seberapa PENTING anda belajar UU HaKI, UU Hak atas Kekayaan Intelektual?
#3. apakah etika tersebut sudah didapat saat perkuliahan?
#4. bila sudah didapat:
[a]. anda merasa telah sukses dalam hal etika: ...%,
[b]. apa yg perlu ditambahkan agar % tsb naik hingga mendekati 100%?,
[c]. dimana letak diperlukannya penguatan/ pengayaan materi atau lainnya?,
[d]. ...opini anda...
#5. bila belum didapat: bagaimana seharusnya pihak lembaga mengatasi problem tersebut?...uraikan dengan singkat, padat dan jelas.
obyek survey: lulusan sk tiga tahun terakhir[2002, 2003, 2004].
pertanyaan2 tsb adalah untuk lulusan, anda dapat mendesain pertanyaan2 survey untuk ditujukan untuk Mahasiswa Angkatan tertentu, atau mhs sk pada khususnya!. Menurut mereka belajar etika yg bagaimana yg diperlukan untuk profesi mereka nantinya/ harapan mereka?...dipersilahkan mhs kelas etika profesi ini berimprovisasi [dalam koridor pengetahuan keilmuan yg ada]...
corner (pertanyaan berikutnya?):
bagaimana ya meningkatkan kwalitas dan kwantitas lulusan sk kedepan berdasarkan pengalaman anda selama lulus dari sk?
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogsome.com
jumlah lulusan sk keseluruhannya sampai tahun 2005=113 or 133 lulusan
jumlah lulusan sk = 113 lulusan [3 tahun terakhir]
Profesi yg diminati adalah: ... ?
pertanyaan [angket?] untuk lulusan sk mengenai etika sukses ditempat pekerjaan:
#0. tempat kerja lulusan:...
#1. defenisi sukses menurut lulusan:...
#2. [a].untuk sukses ditempat kerja, etika apa yang HARUS dimiliki oleh para lulusan sk?
[b].untuk sukses ditempat kerja, seberapa PENTING anda belajar UU HaKI, UU Hak atas Kekayaan Intelektual?
#3. apakah etika tersebut sudah didapat saat perkuliahan?
#4. bila sudah didapat:
[a]. anda merasa telah sukses dalam hal etika: ...%,
[b]. apa yg perlu ditambahkan agar % tsb naik hingga mendekati 100%?,
[c]. dimana letak diperlukannya penguatan/ pengayaan materi atau lainnya?,
[d]. ...opini anda...
#5. bila belum didapat: bagaimana seharusnya pihak lembaga mengatasi problem tersebut?...uraikan dengan singkat, padat dan jelas.
obyek survey: lulusan sk tiga tahun terakhir[2002, 2003, 2004].
pertanyaan2 tsb adalah untuk lulusan, anda dapat mendesain pertanyaan2 survey untuk ditujukan untuk Mahasiswa Angkatan tertentu, atau mhs sk pada khususnya!. Menurut mereka belajar etika yg bagaimana yg diperlukan untuk profesi mereka nantinya/ harapan mereka?...dipersilahkan mhs kelas etika profesi ini berimprovisasi [dalam koridor pengetahuan keilmuan yg ada]...
corner (pertanyaan berikutnya?):
bagaimana ya meningkatkan kwalitas dan kwantitas lulusan sk kedepan berdasarkan pengalaman anda selama lulus dari sk?
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogsome.com
answer post test P10 Control System Lab.
jawaban:
1. positip
2. negatif
3. [1].memberi inputan negatif sambil menyesuaikan indikator penunjuk pada servoboard pada yg dikehendaki dengan mengontrol Vu (atau potensiometer input).--->time settlingnya relatif cepat [45-0]
3. [2].memberi inputan positip sambil menyesuaikan indikator penunjuk pada servoboard pada yg dikehendaki dengan mengontrol Vu (atau potensiometer input).--->waktu untuk mencapai 0 derajat (setpoint) relatif lebih lama karena harus berputar lebih lama (45-90-135-270-0]
4. [1].memberi inputan positip sambil menyesuaikan indikator penunjuka pada servoboard yg dikehendaki, dengan mengontrol Vu (atau potensiometer input).-->waktunya relatif cepat.[45-90-135-180]
4. [2].memberi inputan negatif sambil menyesuaikan indikator penunjuka pada servoboard yg dikehendaki, dengan mengontrol Vu (atau potensiometer input)-->waktu untuk mencapai keadaan 180derajat lebih lama dibandingkan dengan 4.[1]. [45-0-270-235-180]
5.[a].1000ms=1detik
[b].6,28radianperdetik
[c].vin=positip
6.[a].1000ms=1detik
[b].6,28radperdetik
[c].vin=negatif
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogsome.com
1. positip
2. negatif
3. [1].memberi inputan negatif sambil menyesuaikan indikator penunjuk pada servoboard pada yg dikehendaki dengan mengontrol Vu (atau potensiometer input).--->time settlingnya relatif cepat [45-0]
3. [2].memberi inputan positip sambil menyesuaikan indikator penunjuk pada servoboard pada yg dikehendaki dengan mengontrol Vu (atau potensiometer input).--->waktu untuk mencapai 0 derajat (setpoint) relatif lebih lama karena harus berputar lebih lama (45-90-135-270-0]
4. [1].memberi inputan positip sambil menyesuaikan indikator penunjuka pada servoboard yg dikehendaki, dengan mengontrol Vu (atau potensiometer input).-->waktunya relatif cepat.[45-90-135-180]
4. [2].memberi inputan negatif sambil menyesuaikan indikator penunjuka pada servoboard yg dikehendaki, dengan mengontrol Vu (atau potensiometer input)-->waktu untuk mencapai keadaan 180derajat lebih lama dibandingkan dengan 4.[1]. [45-0-270-235-180]
5.[a].1000ms=1detik
[b].6,28radianperdetik
[c].vin=positip
6.[a].1000ms=1detik
[b].6,28radperdetik
[c].vin=negatif
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogsome.com
test akhir prakt. 10 sistem pengaturan
test akhir:
1. CW didapat dengan Vin= ... [a]negatif, [b].positip ...pilih salah satu
2. CCW didapat dengan Vin= ... [a]negatif, [b].positip ...pilih salah satu
3. Bagaimana cara menentukan setpoint 0 derajat, bila saat ini servo dalam posisi 45 derajat?
4. Bagaimana cara menentukan setpoint 180 derajat, bila saat ini servo dalam posisi 45 derajat?
5. diberikan gambar sbb:
Nterbalik-Nterbalik
0-1000ms
vpp=10v
a. T=...
b. kecepatan sudut=...
c. gambar tersebut diperoleh dengan Vin=... [a].positip, [b]. negatif ...pilih salah satu.
6. diberikan gambar sbb:
N-N
0-1000ms
vpp=10v
a. T=...
b. kecepatan sudut=...
c. gambar tersebut diperoleh dengan Vin=... [a].positip, [b]. negatif ...pilih salah satu.
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogsome.com
1. CW didapat dengan Vin= ... [a]negatif, [b].positip ...pilih salah satu
2. CCW didapat dengan Vin= ... [a]negatif, [b].positip ...pilih salah satu
3. Bagaimana cara menentukan setpoint 0 derajat, bila saat ini servo dalam posisi 45 derajat?
4. Bagaimana cara menentukan setpoint 180 derajat, bila saat ini servo dalam posisi 45 derajat?
5. diberikan gambar sbb:
Nterbalik-Nterbalik
0-1000ms
vpp=10v
a. T=...
b. kecepatan sudut=...
c. gambar tersebut diperoleh dengan Vin=... [a].positip, [b]. negatif ...pilih salah satu.
6. diberikan gambar sbb:
N-N
0-1000ms
vpp=10v
a. T=...
b. kecepatan sudut=...
c. gambar tersebut diperoleh dengan Vin=... [a].positip, [b]. negatif ...pilih salah satu.
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogsome.com
penilaian dan FAQ untuk perc. 10 sistem pengaturan
penilaian:
20:rangkaian
20:penggambaran pada oscilloscope 1
20:penggambaran pada oscilloscope 2
20:pengisian pada 1/2 tabel
20:pengisian pada 1/2 tabel
FAQ:
1. bagaimana menentukan waktu satu putaran penuh, dari tampilan outout di oscilloscope?
2. bagaimana menentukan kecepatan sudut pada putaran motor servo board?
3. apa yg dimaksud dengan Uw=4V, dan bagaimana memastikannya di oscilloscope?
4apa yg dimaksud dengan perubahan statik thryistor dari motor?
5. yang seperti penunjuk arah pada servo board apa?
6. thrystor itu maksudnya apa?
7. apa guna derajat pemutar pada servoboard?
8. di servo board ada simbol z, apa maksudnya?
9.apa arti lingkaran pada servoboard?
10.apa fungsi dari reflective sensor?
11. bagaimana memperbesar/ memperkecil derajat/posisi piringan?
12. apa fungsi dari Urev?
...
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogsome.com
20:rangkaian
20:penggambaran pada oscilloscope 1
20:penggambaran pada oscilloscope 2
20:pengisian pada 1/2 tabel
20:pengisian pada 1/2 tabel
FAQ:
1. bagaimana menentukan waktu satu putaran penuh, dari tampilan outout di oscilloscope?
2. bagaimana menentukan kecepatan sudut pada putaran motor servo board?
3. apa yg dimaksud dengan Uw=4V, dan bagaimana memastikannya di oscilloscope?
4apa yg dimaksud dengan perubahan statik thryistor dari motor?
5. yang seperti penunjuk arah pada servo board apa?
6. thrystor itu maksudnya apa?
7. apa guna derajat pemutar pada servoboard?
8. di servo board ada simbol z, apa maksudnya?
9.apa arti lingkaran pada servoboard?
10.apa fungsi dari reflective sensor?
11. bagaimana memperbesar/ memperkecil derajat/posisi piringan?
12. apa fungsi dari Urev?
...
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogsome.com
Friday, June 09, 2006
u_snasti2006_abstraksi
Perbandingan antara Performansi Suatu Sistem Identifikasi Statis
dan Dinamis pada Motor DC
Abstraksi
Beberapa sistem dinamik, seperti mekanik, listrik, hidraulik, dan sebagainya, dapat dikarakterisasikan dengan persamaan diferensial (Ogata, 1996). Telah banyak buku dan penelitian yang membahas pemodelan dinamika dari Motor DC, salah satunya dalam bentuk eksperimen telah diuraikan Purba dalam penelitiannya hingga menemukan persamaan (model) yang merepresentasikan karakteristik dinamika suatu motor jenis DC (Purba, L.P. 2004).
Meskipun dengan model persamaan diferensial yang telah didapat dari metode identifikasi statis telah dapat dipakai dalam desain pengendali PID baginya, tetapi tidak ada salahnya bila pemodelan dinamika perlu dilakukan lagi khususnya untuk motor DC lainnya. Salah satu tujuannya adalah agar kemungkinan untuk melihat keduanya secara proporsional dapat terlaksana. Karena dengan demikian keunggulan masing-masing dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Penelitian ini menguraikan tentang bagaimana pelaksanaan identifikasi secara dinamis pada suatu perangkat sistem Motor DC dengan menggunakan masukan deret biner acak semu atau Pseudo Random Binary Sequence (PRBS) (Hermida, 2001). Kemudian tanggapan perangkat sistem/ plant Motor DC terhadap sinyal masukan tersebut dianalisa untuk mendapatkan persamaan model dinamikanya. Persamaan model dinamika hasil identifikasi (eksperimen) diperiksa kedekatannya dengan menyimulasikan model tersebut dengan MATLAB. Kriteria norm error (Gray, 1997) sebagai indikator kedekatan antara persamaan model hasil identifikasi (eksperimen) dengan hasil simulasi kemudian diperiksa. Norm yang terkecil adalah model dinamika yang direkomendasikan untuk dipakai.
Hasil penelitian ini adalah berupa grafik perbandingan tanggapan sistem/ plant berdasarkan persamaan model hasil identifikasi statis dengan persamaan model hasil identifikasi dinamis. Diusahakan penerapan suatu kontroler yang sama (misalnya kontroler Proporsional, dan lain sebagainya) untuk mencapai performansi tertentu pada kedua persamaan model tersebut. Kontroler yang didesain berdasarkan hasil identifikasi statis maupun dinamis divisualisasikan hasilnya pada Komputer dengan SIMULINK pada MATLAB. Selanjutnya kontroler tersebut juga diterapkan terhadap real sistem/ plant Motor DC, dan tanggapan waktu dari sistem/ plant kemudian divisualisasikan dalam bentuk grafik. Dengan demikian perbandingan performansi hasil identifikasi sistem tersebut diperoleh secara khusus sekali.
Kata kunci: Identifikasi, Performansi Sistem, Motor DC, PRBS, Norm Error
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogsome.com
dan Dinamis pada Motor DC
Abstraksi
Beberapa sistem dinamik, seperti mekanik, listrik, hidraulik, dan sebagainya, dapat dikarakterisasikan dengan persamaan diferensial (Ogata, 1996). Telah banyak buku dan penelitian yang membahas pemodelan dinamika dari Motor DC, salah satunya dalam bentuk eksperimen telah diuraikan Purba dalam penelitiannya hingga menemukan persamaan (model) yang merepresentasikan karakteristik dinamika suatu motor jenis DC (Purba, L.P. 2004).
Meskipun dengan model persamaan diferensial yang telah didapat dari metode identifikasi statis telah dapat dipakai dalam desain pengendali PID baginya, tetapi tidak ada salahnya bila pemodelan dinamika perlu dilakukan lagi khususnya untuk motor DC lainnya. Salah satu tujuannya adalah agar kemungkinan untuk melihat keduanya secara proporsional dapat terlaksana. Karena dengan demikian keunggulan masing-masing dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Penelitian ini menguraikan tentang bagaimana pelaksanaan identifikasi secara dinamis pada suatu perangkat sistem Motor DC dengan menggunakan masukan deret biner acak semu atau Pseudo Random Binary Sequence (PRBS) (Hermida, 2001). Kemudian tanggapan perangkat sistem/ plant Motor DC terhadap sinyal masukan tersebut dianalisa untuk mendapatkan persamaan model dinamikanya. Persamaan model dinamika hasil identifikasi (eksperimen) diperiksa kedekatannya dengan menyimulasikan model tersebut dengan MATLAB. Kriteria norm error (Gray, 1997) sebagai indikator kedekatan antara persamaan model hasil identifikasi (eksperimen) dengan hasil simulasi kemudian diperiksa. Norm yang terkecil adalah model dinamika yang direkomendasikan untuk dipakai.
Hasil penelitian ini adalah berupa grafik perbandingan tanggapan sistem/ plant berdasarkan persamaan model hasil identifikasi statis dengan persamaan model hasil identifikasi dinamis. Diusahakan penerapan suatu kontroler yang sama (misalnya kontroler Proporsional, dan lain sebagainya) untuk mencapai performansi tertentu pada kedua persamaan model tersebut. Kontroler yang didesain berdasarkan hasil identifikasi statis maupun dinamis divisualisasikan hasilnya pada Komputer dengan SIMULINK pada MATLAB. Selanjutnya kontroler tersebut juga diterapkan terhadap real sistem/ plant Motor DC, dan tanggapan waktu dari sistem/ plant kemudian divisualisasikan dalam bentuk grafik. Dengan demikian perbandingan performansi hasil identifikasi sistem tersebut diperoleh secara khusus sekali.
Kata kunci: Identifikasi, Performansi Sistem, Motor DC, PRBS, Norm Error
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogsome.com
Thursday, June 08, 2006
Beasiswa Australia terbaru (Non-ADS n APS)?
----- Original Message -----
From: Iwan Halim S
To: akits ; sahabatmail_pmk_its@yahoogroups.com ; pmkgroups
Sent: Saturday, May 13, 2006 3:18 PM
Subject: [akits] Fwd: Info Beasiswa Australia terbaru (Non-ADS & APS)
sandy@divusi.com wrote:
1. Endeavour Indonesia Research FellowshipsMaksimum 10 beasiswa bagi WNI untuk belajar pascasarjana dan jugaterbuka bagi siswa postdoctoral untuk melakukan riset jangka pendek diAustralia.Beasiswa sebesar A$ 25,000 yang terdiri dari travel allowance A$ 5,000; establishment allowance A$ 5,000 dan biaya saku per bulan A$ 2,500 (untuk maksimum 6 bulan)Beasiswa diberikan untuk riset selama 4 sampai 6 bulan.Peserta sudah harus menyelesaikan S1 dan memiliki IELTS 6.5/ TOEFLInternasional 230 (essay writing 4.5)Website: http://www.endeavour.dest.gov.au/for_asia_pacific_applicants/endeavour_indonesia_research_fellowships.htmPendaftaran dibuka tanggal 26 April ditutup tanggal 14 Juli 2006
2. Endeavour Postgraduare AwardsMaksimum 40 beasiswa penuh untuk studi pascasarjana baik dengan risetataupun tidak, terbuka untuk semua bidang studi. Beasiswa inidiperuntukkan bagi siswa dari negara-negara yang ditunjuk, termasukdari Indonesia.Siswa harus belajar di Australia selama minimum 1 tahun dan maksimum3.5 tahunBeasiswa sebesar A$ 195,000 yang terdiri dari travel allowance A$ 5,000; Establishment allowance A$ 5,000; uang saku A$ 2,500 per bulan(maksimum 3.5 tahun); biaya kuliah A$ 10,000 per semesterBeasiswa juga termasuk belajar bahasa inggris selama 1 semester biladibutuhkanPeserta harus sudah menyelesaikan sarjana dan memiliki nilai tes IELTS5.5/TOEFL 183 (Essay writing 4.5)Website: http://www.endeavour.dest.gov.au/for_asia_pacific_applicants/endeavour_postgraduate_awards.htmPendaftaran dibuka tanggal 29 Mei ditutup tanggal 25 Agustus 2006
3. Endeavour Executive AwardsMaksimum 41 beasiswa untuk para professional di bidang bisnis,industri, pendidikan atau pegawai pemerintah untuk mengembangkankeahlian dan pengetahuan di bidangnya. Terbuka untuk paraprofessional dari negara-negara yang ditunjuk, termasuk dari IndonesiaLama pendidikan antara 1 sampai 4 bulanPersyaratan minimum sudah menyelesaikan Sarjana di negara-negaraberbahasa Inggris atau meminta surat referensi dari Atase Pendidikan,Sains dan Pelatihan yang akan diberikan berdasarkan interview (listada di website).Beasiswa sebesar A$ 25,000 terdiri dari travel allowance A$ 5,000;establishment allowance A$ 5,000; uang saku A$ 3,750 (maksimum 4bulan)Website: http://www.endeavour.dest.gov.au/for_asia_pacific_applicants/endeavour_executive_awards.htmPendaftaran dibuka tanggal 15 Mei ditutup tanggal 18 Agustus 2006
4. Endeavour VTE AwardsMaksimum 20 beasiswa penuh untuk belajar di jenjang Diploma danAdvanced Diploma baik di akademi swasta maupun pemerintah dan terbukauntuk semua bidang studi. Terbuka untuk siswa dari negara-negara yangditunjuk, termasuk dari IndonesiaLama pendidikan maksimum 2.5 tahun termasuk 1 semester belajar bahasaInggris (bila diperlukan)Beasiswa sebesar A$ 95,000 terdiri dari travel allowance A$ 5,000;establishment allowance A$ 4,000; biaya kuliah sebesar A$ 13,000 pertahun; uang saku A$ 1,500 per bulan (maksimum 2.5 tahun); biayabelajar bahasa Inggris maksimum A$ 15,000 (bila dibutuhkan)Memiliki ijasah SMA dan nilai IELTS 6/TOEFL 210 (Essay writing 4.5).Siswa akan diberikan kursus bahasa Inggris selama 1 semester bilamemiliki nilai minimum IELTS 5/TOEFL 180Website: http://www.endeavour.dest.gov.au/for_asia_pacific_applicants/endeavour_VTE_awards.htmPendaftaran dibuka tanggal 26 April ditutup tanggal 31 Juli 2006
5. Endeavour International Postgraduate Research Scholarships (IPRS)330 beasiswa per tahun untuk studi S2 dan S3 melalui penelitian (byresearch)Biaya studi dan asuransi kesehatan ditanggung penuh.Beasiswa berlaku 2 (dua) tahun untuk Masters dan 3 (tiga) tahun untukDoktoralPendaftaran dengan menghubungi langsung universitas yang diinginkandan formulir pendaftaran dapat di download dari website masing-masinguniversitasWebsite : http://www.endeavour.dest.gov.au/individual_awards/iprs.htmAplikasi dikirim langsung ke universitas masing - masingPendaftaran dan penutupan harus langsung ditanyakan ke universitasyang dituju
6. Endeavour Asia Awards30 beasiswa untuk pelamar dari Malaysia, Taiwan, Korea, Thailand,Indonesia, Singapore, Vietnam dan India (maksimum 4 per Negara)Ditujukan bagi yang akan melanjutkan studi Pascasarjana ke Australiaatau bagi mahasiswa pascasarjana yang ingin melakukan riset diAustralia dalam rangka menyelesaikan pascasarjananya di IndonesiaBeasiswa maksimum A$ 50,000 yang terdiri dari travel allowancesejumlah A$5,000, establishment allowance sejumlah A$5,000 dantunjangan bulanan sebesar A$3,333 untuk maksimum 12 bulan, hanya untukpenerima beasiswaMinimum tinggal 1 semester, maksimum 3 tahun (namun beasiswa tetaphanya diberikan untuk tahun pertama saja)Siswa harus belajar di tahun 2007IELTS minimum 6.5 atau TOEFL 580 dan TWE 4.5 atau Computer Based TOEFL230 dan Essay Rating 4.5Formulir aplikasi dan informasi lengkap dapat dibuka dari website :http://www.endeavour.dest.gov.au/for_asia_pacific_applicants/endeavour_asia_awards.htm
Applikasi terdapat di http://www.endeavour.dest.gov.au/apply_for_endeavour_award.htm prosedur pengiriman aplikasi di http://www.endeavour.dest.gov.au/NR/rdonlyres/9C24670C-38C8-4B48-A8CB-4E2831B19272/9902/Instructionsforcompletionofform.pdf
Pendaftaran dibuka 29 Mei 2006 ditutup 25 Agustus 2006
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates. http://groups.yahoo.com/group/akitsPosting kirimkan ke akits@yahoogroups.comUntuk subscribe kirimkan mail kosong ke akits-subscribe@yahoogroups.com Untuk unsubscribe kirimkan mail kosong ke akits-unsubscribe@yahoogroups.com
SPONSORED LINKS
Indonesia visa
Indonesia phone card
Indonesia calling card
Indonesia travel
Bali indonesia
Indonesia
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "akits" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to: mailto:akits-unsubscribe@yahoogroups.com?subject=Unsubscribe
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
No virus found in this incoming message.Checked by AVG Free Edition.Version: 7.1.362 / Virus Database: 268.5.4/335 - Release Date: 5/9/2006
www.life4family.blogspot.com
href="http://www.continuousimprovement.blogsome.com">www.continuousimprovement.blogsome.com
From: Iwan Halim S
To: akits ; sahabatmail_pmk_its@yahoogroups.com ; pmkgroups
Sent: Saturday, May 13, 2006 3:18 PM
Subject: [akits] Fwd: Info Beasiswa Australia terbaru (Non-ADS & APS)
sandy@divusi.com wrote:
1. Endeavour Indonesia Research FellowshipsMaksimum 10 beasiswa bagi WNI untuk belajar pascasarjana dan jugaterbuka bagi siswa postdoctoral untuk melakukan riset jangka pendek diAustralia.Beasiswa sebesar A$ 25,000 yang terdiri dari travel allowance A$ 5,000; establishment allowance A$ 5,000 dan biaya saku per bulan A$ 2,500 (untuk maksimum 6 bulan)Beasiswa diberikan untuk riset selama 4 sampai 6 bulan.Peserta sudah harus menyelesaikan S1 dan memiliki IELTS 6.5/ TOEFLInternasional 230 (essay writing 4.5)Website: http://www.endeavour.dest.gov.au/for_asia_pacific_applicants/endeavour_indonesia_research_fellowships.htmPendaftaran dibuka tanggal 26 April ditutup tanggal 14 Juli 2006
2. Endeavour Postgraduare AwardsMaksimum 40 beasiswa penuh untuk studi pascasarjana baik dengan risetataupun tidak, terbuka untuk semua bidang studi. Beasiswa inidiperuntukkan bagi siswa dari negara-negara yang ditunjuk, termasukdari Indonesia.Siswa harus belajar di Australia selama minimum 1 tahun dan maksimum3.5 tahunBeasiswa sebesar A$ 195,000 yang terdiri dari travel allowance A$ 5,000; Establishment allowance A$ 5,000; uang saku A$ 2,500 per bulan(maksimum 3.5 tahun); biaya kuliah A$ 10,000 per semesterBeasiswa juga termasuk belajar bahasa inggris selama 1 semester biladibutuhkanPeserta harus sudah menyelesaikan sarjana dan memiliki nilai tes IELTS5.5/TOEFL 183 (Essay writing 4.5)Website: http://www.endeavour.dest.gov.au/for_asia_pacific_applicants/endeavour_postgraduate_awards.htmPendaftaran dibuka tanggal 29 Mei ditutup tanggal 25 Agustus 2006
3. Endeavour Executive AwardsMaksimum 41 beasiswa untuk para professional di bidang bisnis,industri, pendidikan atau pegawai pemerintah untuk mengembangkankeahlian dan pengetahuan di bidangnya. Terbuka untuk paraprofessional dari negara-negara yang ditunjuk, termasuk dari IndonesiaLama pendidikan antara 1 sampai 4 bulanPersyaratan minimum sudah menyelesaikan Sarjana di negara-negaraberbahasa Inggris atau meminta surat referensi dari Atase Pendidikan,Sains dan Pelatihan yang akan diberikan berdasarkan interview (listada di website).Beasiswa sebesar A$ 25,000 terdiri dari travel allowance A$ 5,000;establishment allowance A$ 5,000; uang saku A$ 3,750 (maksimum 4bulan)Website: http://www.endeavour.dest.gov.au/for_asia_pacific_applicants/endeavour_executive_awards.htmPendaftaran dibuka tanggal 15 Mei ditutup tanggal 18 Agustus 2006
4. Endeavour VTE AwardsMaksimum 20 beasiswa penuh untuk belajar di jenjang Diploma danAdvanced Diploma baik di akademi swasta maupun pemerintah dan terbukauntuk semua bidang studi. Terbuka untuk siswa dari negara-negara yangditunjuk, termasuk dari IndonesiaLama pendidikan maksimum 2.5 tahun termasuk 1 semester belajar bahasaInggris (bila diperlukan)Beasiswa sebesar A$ 95,000 terdiri dari travel allowance A$ 5,000;establishment allowance A$ 4,000; biaya kuliah sebesar A$ 13,000 pertahun; uang saku A$ 1,500 per bulan (maksimum 2.5 tahun); biayabelajar bahasa Inggris maksimum A$ 15,000 (bila dibutuhkan)Memiliki ijasah SMA dan nilai IELTS 6/TOEFL 210 (Essay writing 4.5).Siswa akan diberikan kursus bahasa Inggris selama 1 semester bilamemiliki nilai minimum IELTS 5/TOEFL 180Website: http://www.endeavour.dest.gov.au/for_asia_pacific_applicants/endeavour_VTE_awards.htmPendaftaran dibuka tanggal 26 April ditutup tanggal 31 Juli 2006
5. Endeavour International Postgraduate Research Scholarships (IPRS)330 beasiswa per tahun untuk studi S2 dan S3 melalui penelitian (byresearch)Biaya studi dan asuransi kesehatan ditanggung penuh.Beasiswa berlaku 2 (dua) tahun untuk Masters dan 3 (tiga) tahun untukDoktoralPendaftaran dengan menghubungi langsung universitas yang diinginkandan formulir pendaftaran dapat di download dari website masing-masinguniversitasWebsite : http://www.endeavour.dest.gov.au/individual_awards/iprs.htmAplikasi dikirim langsung ke universitas masing - masingPendaftaran dan penutupan harus langsung ditanyakan ke universitasyang dituju
6. Endeavour Asia Awards30 beasiswa untuk pelamar dari Malaysia, Taiwan, Korea, Thailand,Indonesia, Singapore, Vietnam dan India (maksimum 4 per Negara)Ditujukan bagi yang akan melanjutkan studi Pascasarjana ke Australiaatau bagi mahasiswa pascasarjana yang ingin melakukan riset diAustralia dalam rangka menyelesaikan pascasarjananya di IndonesiaBeasiswa maksimum A$ 50,000 yang terdiri dari travel allowancesejumlah A$5,000, establishment allowance sejumlah A$5,000 dantunjangan bulanan sebesar A$3,333 untuk maksimum 12 bulan, hanya untukpenerima beasiswaMinimum tinggal 1 semester, maksimum 3 tahun (namun beasiswa tetaphanya diberikan untuk tahun pertama saja)Siswa harus belajar di tahun 2007IELTS minimum 6.5 atau TOEFL 580 dan TWE 4.5 atau Computer Based TOEFL230 dan Essay Rating 4.5Formulir aplikasi dan informasi lengkap dapat dibuka dari website :http://www.endeavour.dest.gov.au/for_asia_pacific_applicants/endeavour_asia_awards.htm
Applikasi terdapat di http://www.endeavour.dest.gov.au/apply_for_endeavour_award.htm prosedur pengiriman aplikasi di http://www.endeavour.dest.gov.au/NR/rdonlyres/9C24670C-38C8-4B48-A8CB-4E2831B19272/9902/Instructionsforcompletionofform.pdf
Pendaftaran dibuka 29 Mei 2006 ditutup 25 Agustus 2006
How low will we go? Check out Yahoo! Messenger’s low PC-to-Phone call rates. http://groups.yahoo.com/group/akitsPosting kirimkan ke akits@yahoogroups.comUntuk subscribe kirimkan mail kosong ke akits-subscribe@yahoogroups.com Untuk unsubscribe kirimkan mail kosong ke akits-unsubscribe@yahoogroups.com
SPONSORED LINKS
Indonesia visa
Indonesia phone card
Indonesia calling card
Indonesia travel
Bali indonesia
Indonesia
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "akits" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to: mailto:akits-unsubscribe@yahoogroups.com?subject=Unsubscribe
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
No virus found in this incoming message.Checked by AVG Free Edition.Version: 7.1.362 / Virus Database: 268.5.4/335 - Release Date: 5/9/2006
www.life4family.blogspot.com
href="http://www.continuousimprovement.blogsome.com">www.continuousimprovement.blogsome.com
Monday, June 05, 2006
Identification System-->STATIS [IDSTA.CPP]
#include #include #include #include #include #include
//Inisialisasi Komunikasi Data Parallel Port#define ppdata 0x03bc#define ppstatus 0x03bd#define ppcontrol 0x03be
int RoundToInt(float fff){ float f = (int) fff; float ff = fff - f; if (ff >= 0.5) return ceil(fff); else return floor(fff);}
void main(){// long int s4dkk, bit4; unsigned char s4dkk, bit4;//pengambilan data dari parport adalah char krn itu maka pakai unsigned char float Ref,rps2volt; int waktu;//, rps2volt; int Decimal_U0; int cWaktu; int putaran = 0; int key = 0; struct time t; long start, stop, T; int gDriver = DETECT, gMode, errorCode; char buffer[64];
// Mempersiapkan Penulisan File FILE*ujirataan; char*nama_file="idsta014.txt"; if ((ujirataan=fopen(nama_file,"w+"))==NULL) { printf("Gagal membuka berkas untuk menulis data."); exit(1); }
initgraph(&gDriver, &gMode, "c:\\tc\\bgi"); errorCode = graphresult(); if (errorCode != grOk) { printf("Error Loading Graphics\n"); exit(0); }
//Ref. dan Waktu diberikan dari Keyboard (dalam Volt dan Detik) printf("Teg. Referensi, V (1.57 s/d 5.00) : "); scanf("%f", &Ref); printf("Waktu Pengamatan (detik) : "); scanf("%d", &waktu);
cWaktu = 1;
Decimal_U0=RoundToInt(Ref/5*255);//Pembulatan ke atas atau kebawah: Vmax=5VDC=0..255Decimal outportb(ppdata,0); outportb(ppdata,Decimal_U0);
gettime(&t); start = (long)t.ti_hour*60*60*100 + t.ti_min*60*100 + t.ti_sec*100 + t.ti_hund;
do {
putaran = 0;
do
{
do
{
s4dkk=inportb(ppstatus);
//s4dkk adalah semua bit dari paralel port
// bit4=s4dkk & 0x60;
//4digit mewakili 16 bit karena integer: MASKING dilakukan //ppstatus menunjuk ke bit yang keempat dari 8 bit shg: 0001 0000 = 0x10 }
while (s4dkk == 127);
do
{
s4dkk=inportb(ppstatus);
// bit4=s4dkk & 0x60;
//4digit mewakili 16 bit karena integer
}
while (s4dkk == 111);
//Variabel untuk menampung jumlah putaran selama waktu Periode Sampling, T (=(start-stop)/100) dengan satuan detik putaran++;
//Ambil waktu PC dalam satuan PER SERATUS DETIK (1/100 detik atau 10ms)
gettime(&t);
stop=(long)t.ti_hour*60*60*100+t.ti_min*60*100+ t.ti_sec*100+t.ti_hund;
}
while (stop-start < 100);
//Periode Sampling, T = 100*(1/100) det = 1 detik.
//Periode Sampling (detik) //T=(stop-start)/100;
printf("%d",cWaktu);
// rps2volt=(((putaran-14)/28)*3.432)+1.568;
//Simpan Data di File fprintf(ujirataan,"%d\t%1.2f\t%d\n", cWaktu, Ref, putaran);//, rps2volt);
//Pertukaran variabel untuk sampling berikutnya start = stop;
//Variabel untuk Pengecheckan Waktu dinaikkan cWaktu++;
if (kbhit()) { key = getch(); if (key == 0) key = getch(); } } while (cWaktu <= waktu && key != 27);//esc outportb(ppdata,0); outportb(ppdata,0);}
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogspot.com
//Inisialisasi Komunikasi Data Parallel Port#define ppdata 0x03bc#define ppstatus 0x03bd#define ppcontrol 0x03be
int RoundToInt(float fff){ float f = (int) fff; float ff = fff - f; if (ff >= 0.5) return ceil(fff); else return floor(fff);}
void main(){// long int s4dkk, bit4; unsigned char s4dkk, bit4;//pengambilan data dari parport adalah char krn itu maka pakai unsigned char float Ref,rps2volt; int waktu;//, rps2volt; int Decimal_U0; int cWaktu; int putaran = 0; int key = 0; struct time t; long start, stop, T; int gDriver = DETECT, gMode, errorCode; char buffer[64];
// Mempersiapkan Penulisan File FILE*ujirataan; char*nama_file="idsta014.txt"; if ((ujirataan=fopen(nama_file,"w+"))==NULL) { printf("Gagal membuka berkas untuk menulis data."); exit(1); }
initgraph(&gDriver, &gMode, "c:\\tc\\bgi"); errorCode = graphresult(); if (errorCode != grOk) { printf("Error Loading Graphics\n"); exit(0); }
//Ref. dan Waktu diberikan dari Keyboard (dalam Volt dan Detik) printf("Teg. Referensi, V (1.57 s/d 5.00) : "); scanf("%f", &Ref); printf("Waktu Pengamatan (detik) : "); scanf("%d", &waktu);
cWaktu = 1;
Decimal_U0=RoundToInt(Ref/5*255);//Pembulatan ke atas atau kebawah: Vmax=5VDC=0..255Decimal outportb(ppdata,0); outportb(ppdata,Decimal_U0);
gettime(&t); start = (long)t.ti_hour*60*60*100 + t.ti_min*60*100 + t.ti_sec*100 + t.ti_hund;
do {
putaran = 0;
do
{
do
{
s4dkk=inportb(ppstatus);
//s4dkk adalah semua bit dari paralel port
// bit4=s4dkk & 0x60;
//4digit mewakili 16 bit karena integer: MASKING dilakukan //ppstatus menunjuk ke bit yang keempat dari 8 bit shg: 0001 0000 = 0x10 }
while (s4dkk == 127);
do
{
s4dkk=inportb(ppstatus);
// bit4=s4dkk & 0x60;
//4digit mewakili 16 bit karena integer
}
while (s4dkk == 111);
//Variabel untuk menampung jumlah putaran selama waktu Periode Sampling, T (=(start-stop)/100) dengan satuan detik putaran++;
//Ambil waktu PC dalam satuan PER SERATUS DETIK (1/100 detik atau 10ms)
gettime(&t);
stop=(long)t.ti_hour*60*60*100+t.ti_min*60*100+ t.ti_sec*100+t.ti_hund;
}
while (stop-start < 100);
//Periode Sampling, T = 100*(1/100) det = 1 detik.
//Periode Sampling (detik) //T=(stop-start)/100;
printf("%d",cWaktu);
// rps2volt=(((putaran-14)/28)*3.432)+1.568;
//Simpan Data di File fprintf(ujirataan,"%d\t%1.2f\t%d\n", cWaktu, Ref, putaran);//, rps2volt);
//Pertukaran variabel untuk sampling berikutnya start = stop;
//Variabel untuk Pengecheckan Waktu dinaikkan cWaktu++;
if (kbhit()) { key = getch(); if (key == 0) key = getch(); } } while (cWaktu <= waktu && key != 27);//esc outportb(ppdata,0); outportb(ppdata,0);}
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogspot.com
Tuesday, May 23, 2006
tugas klipping: menemukan permasalahan seputar HaKI
DUNIA KE "OPEN SOURCE", INDONESIA RINTIS RISET PERANTI LUNAK PDF Cetak
Jakarta - Menerapkan prinsip terbuka dalam mengembangkan aplikasi peranti lunak komputer kini jadi strategi para vendor software komputer dunia yang selama ini menerapkan prinsip lisensi tertutup. Dorongan ke arah open source didasari oleh penolakan masyarakat dunia pada produk berlisensi atau proprietary. Di Eropa, sekitar 80 masyarakat di kawasan itu menolak peranti lunak proprietary. Karena itu Spanyol misalnya mengembangkan program open source yang disebut Extra Madura. Lalu kerja sama antara Jerman dan Afrika Selatan menghasilkan program Ubuntu. Di Asia, China dan Korea Selatan juga mengembangkan software aplikasi officenya yang berbasis open source. Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil, Minggu (3/7), mengatakan, pemerintah juga akan menyediakan peranti lunak open source sebagai alternatif untuk menghargai hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Sebagai langkah awal, akan ada sensus untuk mengetahui berapa unit komputer yang digunakan lembaga pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menghimbau pimpinan lembaga pemerintahan agar memakai peranti lunak berlisensi dan membuka kemungkinan pemanfaatan peranti lunak open source. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup misalnya sudah menggunakan Linux dari open source untuk firewall, web, dan mail server. â€Sebagian besar lainnya menggunakan peranti lunak berlisensi seharga 120.000 dollar AS, termasuk untuk operating system dan office,†kata Drs Maulyani Djajadilaga, Manajer IT Bidang Pengembangan Sistem Informasi Kantor Menneg LH. Komitmen Pemerintah Indonesia terhadap perlindungan karya cipta peranti lunak memang sudah direalisasikan dengan mewujudkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang berlaku efektif sejak 29 Juli 2003. Namun, dunia internasional menilai upaya negara melindungi peranti lunak belum maksimal. Kerja sama riset Karena itu, vendor besar komputer di antaranya Microsoft dan Sun Microsystem menawarkan kerja sama dengan lembaga riset dan perguruan tinggi di tiap negara untuk membuka kode sumber agar bisa dikembangkan lebih lanjut. Microsoft misalnya, menindaklanjuti pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Bill Gates, akan merintis pendirian pusat riset peranti lunak di Indonesia. Seperti dikemukakan Tony Chen, President Director Microsoft Indonesia, jenis riset di Indonesia kemungkinan di bidang animasi, yang diharapkan menjadi unggulan dibanding pusat riset serupa di China dan India. Saat ini bisnis peranti lunak animasi masih didominasi Jepang, sementara perancangan open source software (OSS) belum banyak tertuju pada pembuatan games software. â€Padahal, 80 persen penggunaan layanan di kafe atau warung internet adalah games. Inilah tantangan bagi pengembang OSS,†jelas Harry Kaligis, General Manager Business Development Sun Microsystem Indonesia. Untuk membangun pusat riset software di Indonesia mau tak mau Microsoft harus membuka kode sumber softwarenya kepada mitra kerjanya di tiap negara sehingga bisa memunculkan aplikasi produk lokal. Sun Microsystem menggandeng lembaga riset di banyak negara termasuk China, Vietnam, Thailand, dan Indonesia untuk pengembangan aplikasi berbasis Star Office sesuai dengan kebutuhan lokal. Cara itu telah menghasilkan software lokal bernama Neo Sine di China. (BOY/nes) Sumber : Kompas (4/7/05) ***
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogspot.com
Jakarta - Menerapkan prinsip terbuka dalam mengembangkan aplikasi peranti lunak komputer kini jadi strategi para vendor software komputer dunia yang selama ini menerapkan prinsip lisensi tertutup. Dorongan ke arah open source didasari oleh penolakan masyarakat dunia pada produk berlisensi atau proprietary. Di Eropa, sekitar 80 masyarakat di kawasan itu menolak peranti lunak proprietary. Karena itu Spanyol misalnya mengembangkan program open source yang disebut Extra Madura. Lalu kerja sama antara Jerman dan Afrika Selatan menghasilkan program Ubuntu. Di Asia, China dan Korea Selatan juga mengembangkan software aplikasi officenya yang berbasis open source. Menteri Komunikasi dan Informatika Sofyan Djalil, Minggu (3/7), mengatakan, pemerintah juga akan menyediakan peranti lunak open source sebagai alternatif untuk menghargai hak atas kekayaan intelektual (HAKI). Sebagai langkah awal, akan ada sensus untuk mengetahui berapa unit komputer yang digunakan lembaga pemerintah. Kementerian Komunikasi dan Informatika juga menghimbau pimpinan lembaga pemerintahan agar memakai peranti lunak berlisensi dan membuka kemungkinan pemanfaatan peranti lunak open source. Kantor Menteri Negara Lingkungan Hidup misalnya sudah menggunakan Linux dari open source untuk firewall, web, dan mail server. â€Sebagian besar lainnya menggunakan peranti lunak berlisensi seharga 120.000 dollar AS, termasuk untuk operating system dan office,†kata Drs Maulyani Djajadilaga, Manajer IT Bidang Pengembangan Sistem Informasi Kantor Menneg LH. Komitmen Pemerintah Indonesia terhadap perlindungan karya cipta peranti lunak memang sudah direalisasikan dengan mewujudkan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta yang berlaku efektif sejak 29 Juli 2003. Namun, dunia internasional menilai upaya negara melindungi peranti lunak belum maksimal. Kerja sama riset Karena itu, vendor besar komputer di antaranya Microsoft dan Sun Microsystem menawarkan kerja sama dengan lembaga riset dan perguruan tinggi di tiap negara untuk membuka kode sumber agar bisa dikembangkan lebih lanjut. Microsoft misalnya, menindaklanjuti pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Bill Gates, akan merintis pendirian pusat riset peranti lunak di Indonesia. Seperti dikemukakan Tony Chen, President Director Microsoft Indonesia, jenis riset di Indonesia kemungkinan di bidang animasi, yang diharapkan menjadi unggulan dibanding pusat riset serupa di China dan India. Saat ini bisnis peranti lunak animasi masih didominasi Jepang, sementara perancangan open source software (OSS) belum banyak tertuju pada pembuatan games software. â€Padahal, 80 persen penggunaan layanan di kafe atau warung internet adalah games. Inilah tantangan bagi pengembang OSS,†jelas Harry Kaligis, General Manager Business Development Sun Microsystem Indonesia. Untuk membangun pusat riset software di Indonesia mau tak mau Microsoft harus membuka kode sumber softwarenya kepada mitra kerjanya di tiap negara sehingga bisa memunculkan aplikasi produk lokal. Sun Microsystem menggandeng lembaga riset di banyak negara termasuk China, Vietnam, Thailand, dan Indonesia untuk pengembangan aplikasi berbasis Star Office sesuai dengan kebutuhan lokal. Cara itu telah menghasilkan software lokal bernama Neo Sine di China. (BOY/nes) Sumber : Kompas (4/7/05) ***
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogspot.com
Etika Profesi Pertemuan 3 Stl UTS
Tanya Jawab Hak Kekayaan Intelektual secara umum | |
| Kategori > Tanya Jawab |
| Direktorat Teknologi Informasi - 09.03.2004 10:33 |
| 1. Apakah yang dimaksud dengan hak kekayaan intelektual? Hak kekayaan intelektual, disingkat "HKI"atau akronim "HaKI", adalah padanan kata yang biasa digunakan untuk Intellectual Property Rights (IPR), yakni hak yang timbul bagi hasil olah pikir otak yang menghasilkan suatu produk atau proses yang berguna untuk manusia. Pada intinya HaKI adalah hak untuk menikmati secara ekonomis hasil dari suatu kreativitas intelektual. Objek yang diatur dalam HaKI adalah karya-karya yang timbul atau lahir karena kemampuan intelektual manusia. |
| 2. | Mencakup apa sajakah HaKI itu ? | |
| Secara garis besar HaKI dibagi dalam 2 (dua) bagian, yaitu: | ||
| 1. | Hak cipta (copyrights); | |
| 2. | Hak kekayaan industri (industrial property rights), yang mencakup: | |
| · Paten; | ||
| · Desain industri (industrial designs); | ||
| · Merek; | ||
| · Penanggulangan praktik persaingan curang (repression of unfair competition); | ||
| · Desain tata letak sirkuit terpadu (integrated circuits); | ||
| · Rahasia dagang (trade secret); | ||
| 3. | Badan apakah yang berwenang mengurus HaKI di Indonesia ? | |
| Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual, Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia RI. | ||
| 4. | Jelaskan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual! | |
| Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual yang selanjutnya disebut Ditjen HaKI mempunyai tugas menyelenggarakan tugas departemen di bidang HaKI berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan kebijakan Menteri. | ||
| Ditjen HaKI mempunyai fungsi: | ||
| a. | Perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kebijakan teknis di bidang HaKI; | |
| b. | Pembinaan yang meliputi pemberian bimbingan, pelayanan, dan penyiapan standar di bidang HaKI; | |
| c. | Pelayanan teknis dan administratif kepada semua unsur di lingkungan Direktorat Jenderal HaKI; | |
| 5. | Bagaimana susunan organisasi Direktorat Jenderal HaKI ? | |
| Direktorat Jenderal HaKI terdiri dari: | ||
| a. | Sekretariat Direktorat Jenderal; | |
| b. | Direktorat Hak Cipta, Desain Industri, Tata Letak Sirkit Terpadu, dan Rahasia Dagang; | |
| c. | Direktorat Paten; | |
| d. | Direktorat Merek; | |
| e. | Direktorat Kerjasama dan Pengembangan Hak Kekayaan Intelektual; | |
| f. | Direktorat Teknologi Informasi; | |
| 6. | Apakah Indonesia terlibat dalam perjanjian-perjanjian internasional di bidang HaKI? | |
| Ya. Pada tahun 1994, Indonesia masuk sebagai anggota WTO (World Trade Organization) dengan meratifikasi hasil Putaran Uruguay yaitu Agreement Establishing the World Trade Organization (Persetujuan Pembentukan Organisasi Perdagangan Dunia). Salah satu bagian penting dari Persetujuan WTO adalah Agreement on Trade Related Aspects of Intellectual Property Rights Including Trade In Counterfeit Goods (TRIPs). Sejalan dengan TRIPs, Pemerintah Indonesia juga telah meratifikasi konvensi-konvensi Internasional di bidang HaKI, yaitu: | ||
| a. | Paris Convention for the protection of Industrial Property and Convention Establishing the World Intellectual Property Organizations, dengan Keppres No. 15 Tahun 1997 tentang perubahan Keppres No. 24 Tahun 1979; | |
| b. | Patent Cooperation Treaty (PCT) and Regulation under the PCT, dengan Keppres No. 16 Tahun 1997; | |
| c. | Trademark Law Treaty (TML) dengan Keppres No. 17 Tahun 1997; | |
| d. | Bern Convention.for the Protection of Literary and Artistic Works dengan Keppres No. 18 Tahun 1997; | |
| e. | WIPO Copyrights Treaty (WCT) dengan KeppresNo. 19 Tahun 1997; | |
| 7. | Badan apakah yang secara internasional mengurus masalah HaKI dan apakah Indonesia termasuk salah satu anggotanya? | |
| Badan tersebut adalah World Intellectual Property Organizations (WlPO}, suatu badan khusus PBB, dan Indonesia termasuk salah satu anggotanya dengan diratifikasinya Paris Convention for the Protection of Industrial Property and Convention Establishing the World Intellectual Property Organizations, sebagaimana tersebut dalam nomor 6 di atas. | ||
| 8. | Bagaimanakah kedudukan HaKI di mata dunia Internasional? | |
| Memasuki milenium baru, hak kekayaan in telektual menjadi isu yang sangat penting yang selalu mendapat perhatian baik dalam forum nasional maupun internasional Dimasukkannya TRIPS dalam paket Persetujuan WTO di tahun 1994 menandakan dimulainya era baru perkembangan HaKI di seluruh dunia. Dengan demikian pada saat ini permasalahan HaKI tidak dapat dilepaskan dari dunia perdagangan dan investasi. Pentingnya HaKI dalam pembangunan ekonomi dan perdagangan telah memacu dimulainya era baru pembangunan ekonomi yang berdasar ilmu pengetahuan. | ||
| 9. | Bagaimana pengaturan HaKI di Indonesia ? | |
| Peraturan perundangan HaKI di Indonesia dimulai sejak masa penjajahan Belanda dengan diundangkannya Octrooi Wet No. 136 Staatsblad 1911 No. 313, Industrieel Eigendom Kolonien 1912 dan Auterswet 1912 Staatsblad 1912 No. 600. | ||
| Setelah Indonesia merdeka, Menteri Kehakiman RI mengeluarkan pengumuman No. JS 5/41 tanggal 12 Agustus 1953 dan No. JG 1/2/17 tanggal 29 Agustus 1953 tentang Pendaftaran Sementara Paten. Pada tahun 1961, Pemerintah RI mengesahkan Undang-undang No. 21 Tahun 1961 tentang Merek. Kemudian pada tahun 1982, Pemerintah juga mengundangkan Undang-undang No. 6 Tahun 1982 tentang Hak Cipta. Di bidang paten, Pemerintah mengundangkan Undang-undang No. 6 Tahun 1989 tentang Paten yang mulai efektif berlaku tahun 1991. Di tahun 1992, Pemerintah mengganti Undang-undang No. 21 Tahun 1961 tentang Merek dengan Undang-undang No. 19 Tahun 1992 tentang Merek. | ||
| Sejalan dengan masuknya Indonesia sebagai anggota WTO/TRIPs dan diratifikasinya beberapa konvensi internasional di bidang HaKI sebagaimana dijelaskan dalam jawaban no. 7 di atas, maka Indonesia harus menyelaraskan peraturan perundang-undangan di bidang HaKI. Untuk itu, pada tahun 1997 Pemerintah merevisi kembali beberapa peraturan perundang-undangan di bidang HaKI, den gan mengundangkan: | ||
| · | Undang-undang No. 12 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 6 Tahun 1982 sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No. 7 Tahun 1987 tentang Hak Cipta; | |
| · | Undang-undang No. 13 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 6 Tahun 1989 tentang Paten; | |
| · | Undang-undang No. 14 Tahun 1997 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 19 Tahun 1992 tentang Merek; | |
| Selain ketiga undang-undang tersebut di atas, pada tahun 2000 Pemerintah juga mengundangkan: | ||
| · | Undang-undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang; | |
| · | Undang-undang No. 31 Tahun 2000 tentang Desain Industri; | |
| · | Undang-undang No. 32 Tahun 2000 tentang Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu. | |
| Dengan pertimbangan masih perlu dilakukan penyempurnaan terhadap undang-undang tentang hak cipta, paten, dan merek yang diundangkan tahun 1997, maka ketiga undangundang tersebut telah direvisi kembali pada tahun 2001. Selanjutnya telah diundangkan: | ||
| · | Undang-undang No. 14 Tahun 2001 tentang Paten; dan | |
| · | Undang-undang No. 15 Tahun 2001 tentang Merek. | |
| (khusus mengenai revisi UU tentang Hak Cipta saat ini masih dalam proses pembahasan di DPR) | ||
| 10. | Jelaskan bagaimanakah sistem HaKI itu ? | |
| Sistem HaKI merupakan hak privat (private rights). Disinilah ciri khas HaKI. Seseorang bebas untuk mengajukan permohonan atau mendaftarkan karya intelektualnya atau tidak. Hak eksklusif yang diberikan Negara kepada individu pelaku HaKI (inventor, pencipta, pendesain dan sebagainya) tiada lain dimaksudkan sebagai penghargaan atas hasil karya (kreativitas)nya dan agar orang lain terangsang untuk dapat lebih lanjut mengembangkannya lagi, sehingga dengan sistem HaKI tersebut kepentingan masyarakat ditentukan melalui mekanisme pasar. Di samping itu sistem HaKI menunjang diadakannya sistem dokumentasi yang baik atas segala bentuk kreativitas manusia sehingga kemungkinan dihasilkannya teknologi atau hasil karya lainnya yang sama dapat dihindarkan/dicegah. Dengan dukungan dokumentasi yang baik tersebut, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkannya dengan maksimal untuk keperluan hidupnya atau mengembangkannya lebih lanjut untuk memberikan nilai tambah yang lebih tinggi lagi. | ||
www.life4family.blogspot.com
www.continuousimprovement.blogspot.com
Tuesday, April 11, 2006
CI #11.04.06
Yohannes 18:15-27
#1. Ay.20-21 menyatakan bahwa psg (murid2) yang sungguhlah dapat dijadikan ukuran pertangungjawaban atas apa yg saya perbuat...
#2. Dari Yoh 13:37 aku diingatkan agar supaya tidak sesumbar, tetapi dengan bersandar penuh kepada Roh Kudus. Tetapi cepat untuk mendengar dan lambat untuk berbicara.
Tujuan kedua point tersebut bagi saya: agar robust/ kokoh dalam pendirian dan iman...
Salam, Lasman
#1. Ay.20-21 menyatakan bahwa psg (murid2) yang sungguhlah dapat dijadikan ukuran pertangungjawaban atas apa yg saya perbuat...
#2. Dari Yoh 13:37 aku diingatkan agar supaya tidak sesumbar, tetapi dengan bersandar penuh kepada Roh Kudus. Tetapi cepat untuk mendengar dan lambat untuk berbicara.
Tujuan kedua point tersebut bagi saya: agar robust/ kokoh dalam pendirian dan iman...
Salam, Lasman
Monday, March 06, 2006
spam e-mail about: SNASTI 2006
SPAM E-MAIL:
01 SD 30 E-MAIL pada daftar yang ada...
08.39 sd 09.26....
Subscribe tidak sukses:
elits_ml@bitsmart.com
Majordomo@efn.org
agung@rci.rutgers.edu
bisa+network@uclink2.berkeley.edu
LISTSERV@LISTSERV.SYR.EDU
bkkbn@listserv.syr.edu
anak-fe@nusanet.com
erik@indosoft.net.id
rhsst7+@pitt.edu
ekuin@cs.wisc.edu
elektro@ub.net.id
eiudp-net@sfu.ca
martinw@sfsu.edu
antariks@cbn.net.id
fosei-net-request@metz.une.edu.au
ekonomi-indonesia@ITB.ac.id
milis-request@gdarma.ac.id
caltex-request@caltex.stanford.edu
atinanet@fbgeo1.tuwien.ac.at
Kirim langsung ke alamat (non administrator):
tidak Sukses:
sukses:
salam, lasman
01 SD 30 E-MAIL pada daftar yang ada...
08.39 sd 09.26....
Subscribe tidak sukses:
elits_ml@bitsmart.com
Majordomo@efn.org
agung@rci.rutgers.edu
bisa+network@uclink2.berkeley.edu
LISTSERV@LISTSERV.SYR.EDU
bkkbn@listserv.syr.edu
anak-fe@nusanet.com
erik@indosoft.net.id
rhsst7+@pitt.edu
ekuin@cs.wisc.edu
elektro@ub.net.id
eiudp-net@sfu.ca
martinw@sfsu.edu
antariks@cbn.net.id
fosei-net-request@metz.une.edu.au
ekonomi-indonesia@ITB.ac.id
milis-request@gdarma.ac.id
caltex-request@caltex.stanford.edu
atinanet@fbgeo1.tuwien.ac.at
Kirim langsung ke alamat (non administrator):
tidak Sukses:
sukses:
salam, lasman
Wednesday, February 22, 2006
IN PROGRESS DARI MINGGU INI...
TODAY: RABU, 22.02.06
p09...OK
P10...s?w
P11...IN PROCESS
P12...s/W
KAMIS, 23.02.06
ambil data di lab. about C/C++ micro untuk melengkapi alur berikut:
...
PID CONTROLLER:
Perbandingan hasil pada MATLAB, Program C++, uC AT89S51 dan pada Oscilloscope
SATU: PID CONTROLLER pada MATLAB
Masukan1:
Masukan2:
Masukan3:
SIMULINK pada MATLAB
Script pada MATLAB
Keluaran1:
Keluaran2:
Keluaran3:
DUA: PID CONTROLLER pada C/C++
Masukan1:
Masukan2:
Masukan3:
Program PID KONTROLLER dalam C/C++ (File: PID_THOK.CPP)
#include
#include
#include
#include
#include
//Inisialisasi Komunikasi Data Parallel Port
#define ppdata 0x0378
#define ppstatus 0x0379
#define ppcontrol 0x037a
void main()
{
unsigned char s4dkk, bit4, ActualConv;
float K2=0.0, K1=0.0, K0=0.0, Kp=0.0, Ki=0.0, Kd=0.0;
int Ref;
float E0=0.0, E1=0.0, E2=0.0, U0=0.0, U1=0.0, U2=0.0;
int Desimal_U0, Desimal_E0;
int cWaktu, waktu;
int putaran = 0;
int key = 0;
struct time t;
long start, stop, T;
int gDriver = DETECT, gMode, errorCode;
int aa, bb;
char buffer[64];
// Mempersiapkan Penulisan File
FILE*ujirataan;
char*nama_file="pid0003.txt";
if ((ujirataan=fopen(nama_file,"w+"))==NULL)
{
printf("Gagal membuka berkas untuk menulis data.");
exit(1);
}
//clrscr();
initgraph(&gDriver, &gMode, "c:\\tc\\bgi");
errorCode = graphresult();
if (errorCode != grOk) {
printf("Error Loading Graphics\n");
exit(0);
}
//Ref. dan Waktu diberikan dari Keyboard (dalam Jumlah Putaran Tiap Detik, RPS)
printf("Teg. Referensi, V (1.57 s/d 5.00) : ");
scanf("%d", &Ref);
printf("Waktu Pengamatan (detik) : ");
scanf("%d", &waktu);
// printf("Kp : "); scanf("%4.2f", &Kp);
// printf("Ki : "); scanf("%4.2f", &Ki);
// printf("Kd : "); scanf("%4.2f", &Ki);
cWaktu = 1;
gettime(&t);
start = (long)t.ti_hour*60*60*100 + t.ti_min*60*100 +
t.ti_sec*100 + t.ti_hund;
do
{
putaran = 0;
do
{ putaran++;
//Ambil waktu PC dalam satuan PER SERATUS DETIK (atau 10ms)
gettime(&t);
stop=(long)t.ti_hour*60*60*100+t.ti_min*60*100+
t.ti_sec*100+t.ti_hund;
}
while (stop-start < 100); //periode sampling, T = 100*(1/100) det = 1 detik.
//Periode Sampling (detik)
T=(stop-start)/100;
printf("%d",cWaktu);
//Masukan untuk Controller
E0=Ref;//Untuk OLTF
//Pemberian Nilai Kp, Ki, dan Kd
Kp=0.5;
Ki=0.1;
Kd=0.0;
//Konstanta dari Persamaan Diskrit dari U(z)/E(z)...PID Controller
K2=(float) Kp+(0.5*Ki*T)+((2*Kd)/T);
K1=(float) (Ki*T)-((4*Kd)/T);
K0=(float) -Kp+(0.5*Ki*T)+((2*Kd)/T);
//Persamaan Diskrit dari PID Controller
U0=(float)(K2*E0)+(K1*E1)+(K0*E2)+0.0*U1+U2;
//Simpan Data di File
fprintf(ujirataan,"%d\t %d\t %5.2f\t %5.2f\t %5.2f\t %5.2f\n", cWaktu, Ref, U0, U1, U2, E0);
//Pertukaran variabel untuk sampling berikutnya
start = stop;
E2=E1;
E1=E0;
U2=U1;
U1=U0;
//Variabel untuk Pengecheckan Waktu dinaikkan
cWaktu++;
if (kbhit())
{
key = getch();
if (key == 0)
key = getch();
}
}
while (cWaktu <= waktu && key != 27);//esc
}
Keluaran1:
Keluaran2:
Keluaran3:
TIGA: PID CONTROLLER pada Mikrokontroller AT89C51
Masukan1:
Masukan2:
Masukan3:
LOADING program ke Mikrokontroller
Keluaran1:
Keluaran2:
Keluaran3:
JUMAT, 24.02.06
ada rapat snasti2006, r.rapat
dateline...janji saya about paper ke gematek march.ed.06
p09...OK
P10...s?w
P11...IN PROCESS
P12...s/W
KAMIS, 23.02.06
ambil data di lab. about C/C++ micro untuk melengkapi alur berikut:
...
PID CONTROLLER:
Perbandingan hasil pada MATLAB, Program C++, uC AT89S51 dan pada Oscilloscope
SATU: PID CONTROLLER pada MATLAB
Masukan1:
Masukan2:
Masukan3:
SIMULINK pada MATLAB
Script pada MATLAB
Keluaran1:
Keluaran2:
Keluaran3:
DUA: PID CONTROLLER pada C/C++
Masukan1:
Masukan2:
Masukan3:
Program PID KONTROLLER dalam C/C++ (File: PID_THOK.CPP)
#include
#include
#include
#include
#include
//Inisialisasi Komunikasi Data Parallel Port
#define ppdata 0x0378
#define ppstatus 0x0379
#define ppcontrol 0x037a
void main()
{
unsigned char s4dkk, bit4, ActualConv;
float K2=0.0, K1=0.0, K0=0.0, Kp=0.0, Ki=0.0, Kd=0.0;
int Ref;
float E0=0.0, E1=0.0, E2=0.0, U0=0.0, U1=0.0, U2=0.0;
int Desimal_U0, Desimal_E0;
int cWaktu, waktu;
int putaran = 0;
int key = 0;
struct time t;
long start, stop, T;
int gDriver = DETECT, gMode, errorCode;
int aa, bb;
char buffer[64];
// Mempersiapkan Penulisan File
FILE*ujirataan;
char*nama_file="pid0003.txt";
if ((ujirataan=fopen(nama_file,"w+"))==NULL)
{
printf("Gagal membuka berkas untuk menulis data.");
exit(1);
}
//clrscr();
initgraph(&gDriver, &gMode, "c:\\tc\\bgi");
errorCode = graphresult();
if (errorCode != grOk) {
printf("Error Loading Graphics\n");
exit(0);
}
//Ref. dan Waktu diberikan dari Keyboard (dalam Jumlah Putaran Tiap Detik, RPS)
printf("Teg. Referensi, V (1.57 s/d 5.00) : ");
scanf("%d", &Ref);
printf("Waktu Pengamatan (detik) : ");
scanf("%d", &waktu);
// printf("Kp : "); scanf("%4.2f", &Kp);
// printf("Ki : "); scanf("%4.2f", &Ki);
// printf("Kd : "); scanf("%4.2f", &Ki);
cWaktu = 1;
gettime(&t);
start = (long)t.ti_hour*60*60*100 + t.ti_min*60*100 +
t.ti_sec*100 + t.ti_hund;
do
{
putaran = 0;
do
{ putaran++;
//Ambil waktu PC dalam satuan PER SERATUS DETIK (atau 10ms)
gettime(&t);
stop=(long)t.ti_hour*60*60*100+t.ti_min*60*100+
t.ti_sec*100+t.ti_hund;
}
while (stop-start < 100); //periode sampling, T = 100*(1/100) det = 1 detik.
//Periode Sampling (detik)
T=(stop-start)/100;
printf("%d",cWaktu);
//Masukan untuk Controller
E0=Ref;//Untuk OLTF
//Pemberian Nilai Kp, Ki, dan Kd
Kp=0.5;
Ki=0.1;
Kd=0.0;
//Konstanta dari Persamaan Diskrit dari U(z)/E(z)...PID Controller
K2=(float) Kp+(0.5*Ki*T)+((2*Kd)/T);
K1=(float) (Ki*T)-((4*Kd)/T);
K0=(float) -Kp+(0.5*Ki*T)+((2*Kd)/T);
//Persamaan Diskrit dari PID Controller
U0=(float)(K2*E0)+(K1*E1)+(K0*E2)+0.0*U1+U2;
//Simpan Data di File
fprintf(ujirataan,"%d\t %d\t %5.2f\t %5.2f\t %5.2f\t %5.2f\n", cWaktu, Ref, U0, U1, U2, E0);
//Pertukaran variabel untuk sampling berikutnya
start = stop;
E2=E1;
E1=E0;
U2=U1;
U1=U0;
//Variabel untuk Pengecheckan Waktu dinaikkan
cWaktu++;
if (kbhit())
{
key = getch();
if (key == 0)
key = getch();
}
}
while (cWaktu <= waktu && key != 27);//esc
}
Keluaran1:
Keluaran2:
Keluaran3:
TIGA: PID CONTROLLER pada Mikrokontroller AT89C51
Masukan1:
Masukan2:
Masukan3:
LOADING program ke Mikrokontroller
Keluaran1:
Keluaran2:
Keluaran3:
JUMAT, 24.02.06
ada rapat snasti2006, r.rapat
dateline...janji saya about paper ke gematek march.ed.06
Monday, February 20, 2006
CPP UNTUK IDENTIFIKASI SISTEM
#include #include #include #include #include
#define pa 0x3E0#define pb 0x3E1#define pc 0x3E2 // Konfigurasi Pengalamatan PPI8255#define cw 0x3E3#define ct 0x90 // ADC ED-Laboratory
//90h = 1001/0000 --Port A adalah Input shg Port A di Set = 1.// --Port B adalah Output shg Port B di Set = 0.// --Port C tidak dipakai shg Port C di Set = 0./sbg output//Urutan BIT : cw-0-0-pa/pc_up-0-pb-pc_low --=8Bit
void main(){ FILE*HexADC_HexDAC; int HexADC; float VRef, VinADC; int t, i; float Error, u; char*nama_file="Ident002.txt"; clrscr();
/* Ini diubah-ubah untuk melihat VRef yang berubah-ubah juga*/ /*HexVRef=128*/ VRef= 4.5; HexADC=0; VinADC=0; t=0; /*Error=0;*/
// Mempersiapkan Penulisan File if ((HexADC_HexDAC=fopen(nama_file,"w+"))==NULL) { printf("Gagal membuka berkas untuk menulis data."); exit(1); } /*Mempersiapakan Komunikasi Data via PPI dg Setting cw dengan nilai ct=90h*/ //Mereset Komunikasi Via PPI--OFF-kan Command WRITE ADC to START Command outportb(cw,ct);
// for (HexVRef=256;HexVRef>0; HexVRef--) do { /*Bagaimana supaya HexVRef berubah-ubah dan bagaimana responsnya? */// randomize(); // rNDOMNYA banyak kem,ungkinan, tanpa ini maka randomn*/// HexVRef=rand()%256; delay(100);
/*Mengirin Data Hexa via Port B ke DAC*/ //outportb(pb,HexVRef); /*Konversi Tegangan Referensi (digital) ke Analog*/ //VRef=HexVRef*0.0305;// Max.=8V
/*Mengambil Nilai ADC*/// HexADC = inportb(pa); /*Memberi semacam clocknya untuk WRITE command dan INT command*/// outportb(pc,0x01);// Meng-OFF-kan WRITE Command pada ADC// outportb(pc,0x02);// Meng-ON-kan WRITE Command pada ADC
/*Konversi Tegangan Digital ke Tegangan Analog*/ //VoTG=HexADC*0.0305;
outportb(pc,0x01);//Menge-SET RD=1, ADC=0, INT=tetap 1 [artinya : PC memBACA isi Buffer ADC] delay(100); outportb(pc,0x00);//Menge-SET RD=1, ADC=0, INT=tetap 1 [artinya : PC memBACA isi Buffer ADC] delay(100); HexADC = inportb(pa);//PC memBACA bit ADC dalam Hex, ADC meNULIS ke PC dan nilainya di simpan pada HexADC
//outportb(pc,0x02);//Menge-SET RD=1, ADC=0, INT=tetap 1 [artinya : PC memBACA isi Buffer ADC] //Perubahan Vin tidak merubah tampilan pada Monitor PC gotoxy(1,6);clreol();printf("Data dari ADC (HEX) :");printf("%d",HexADC); gotoxy(1,7);printf("Teg. Masuk ADC (mV) :");clreol();VinADC=HexADC*0.0305; printf("%d",VinADC);
/*Menulis Hasil Pembacaan ke File*/ fprintf(HexADC_HexDAC,"%d\t %f\t %f\n", t, VRef, VinADC); outportb(pc,0x02);// Meng-ON-kan WRITE Command pada ADC gotoxy(1,9);printf("Tekan tombol sembarang untuk keluar"); } while (!kbhit()); outportb(cw,ct);//Mereset/ meng-off-kan motor setelah do -on-kan di Loop}
#define pa 0x3E0#define pb 0x3E1#define pc 0x3E2 // Konfigurasi Pengalamatan PPI8255#define cw 0x3E3#define ct 0x90 // ADC ED-Laboratory
//90h = 1001/0000 --Port A adalah Input shg Port A di Set = 1.// --Port B adalah Output shg Port B di Set = 0.// --Port C tidak dipakai shg Port C di Set = 0./sbg output//Urutan BIT : cw-0-0-pa/pc_up-0-pb-pc_low --=8Bit
void main(){ FILE*HexADC_HexDAC; int HexADC; float VRef, VinADC; int t, i; float Error, u; char*nama_file="Ident002.txt"; clrscr();
/* Ini diubah-ubah untuk melihat VRef yang berubah-ubah juga*/ /*HexVRef=128*/ VRef= 4.5; HexADC=0; VinADC=0; t=0; /*Error=0;*/
// Mempersiapkan Penulisan File if ((HexADC_HexDAC=fopen(nama_file,"w+"))==NULL) { printf("Gagal membuka berkas untuk menulis data."); exit(1); } /*Mempersiapakan Komunikasi Data via PPI dg Setting cw dengan nilai ct=90h*/ //Mereset Komunikasi Via PPI--OFF-kan Command WRITE ADC to START Command outportb(cw,ct);
// for (HexVRef=256;HexVRef>0; HexVRef--) do { /*Bagaimana supaya HexVRef berubah-ubah dan bagaimana responsnya? */// randomize(); // rNDOMNYA banyak kem,ungkinan, tanpa ini maka randomn*/// HexVRef=rand()%256; delay(100);
/*Mengirin Data Hexa via Port B ke DAC*/ //outportb(pb,HexVRef); /*Konversi Tegangan Referensi (digital) ke Analog*/ //VRef=HexVRef*0.0305;// Max.=8V
/*Mengambil Nilai ADC*/// HexADC = inportb(pa); /*Memberi semacam clocknya untuk WRITE command dan INT command*/// outportb(pc,0x01);// Meng-OFF-kan WRITE Command pada ADC// outportb(pc,0x02);// Meng-ON-kan WRITE Command pada ADC
/*Konversi Tegangan Digital ke Tegangan Analog*/ //VoTG=HexADC*0.0305;
outportb(pc,0x01);//Menge-SET RD=1, ADC=0, INT=tetap 1 [artinya : PC memBACA isi Buffer ADC] delay(100); outportb(pc,0x00);//Menge-SET RD=1, ADC=0, INT=tetap 1 [artinya : PC memBACA isi Buffer ADC] delay(100); HexADC = inportb(pa);//PC memBACA bit ADC dalam Hex, ADC meNULIS ke PC dan nilainya di simpan pada HexADC
//outportb(pc,0x02);//Menge-SET RD=1, ADC=0, INT=tetap 1 [artinya : PC memBACA isi Buffer ADC] //Perubahan Vin tidak merubah tampilan pada Monitor PC gotoxy(1,6);clreol();printf("Data dari ADC (HEX) :");printf("%d",HexADC); gotoxy(1,7);printf("Teg. Masuk ADC (mV) :");clreol();VinADC=HexADC*0.0305; printf("%d",VinADC);
/*Menulis Hasil Pembacaan ke File*/ fprintf(HexADC_HexDAC,"%d\t %f\t %f\n", t, VRef, VinADC); outportb(pc,0x02);// Meng-ON-kan WRITE Command pada ADC gotoxy(1,9);printf("Tekan tombol sembarang untuk keluar"); } while (!kbhit()); outportb(cw,ct);//Mereset/ meng-off-kan motor setelah do -on-kan di Loop}
Subscribe to:
Posts (Atom)